Postingan

"WAE"

Gambar
"WAE" Oleh Nesty Maran Diawali perbincangan hangat seakan mengelabui  dinginnya malam, sampai-sampai bermaksud memotong waktu, namun sang jangkrik memberi isyarat: "Malam". Kodrat tetap sama, walau intonasi makin menjulang . Berbincang sampai larut bukan hal indah. Melihat diri sebagai kupu-kupu pada saat itu. Hanya bermodal kalimat penegasan: "Mengapa harus menjadi kupu-kupu?" Satu hal yang paling menggugah  dalam ucapannya: "Pelayanan diberikan agar yang akan datang kelak merasa dilayani". Kupu-kupu selalu menyembunyikan anaknya, sampai harus kelihatan mampu. Menangis di pelataran rumah, merayu Sang Pencipta agar diberikan bunga. Sampai sekarang tak ada yang tahu bagaimana raut muka si kupu-kupu dalam tangisan...???!!! Ruang Kelas XI  SMA Negeri 1 Larantuka

PERIHAL SATU BAGI LEBIH DARI SATU

Gambar
PERIHAL SATU BAGI LEBIH DARI SATU   (Kepada Ayah dan Semua Guru di Dunia) Oleh Clarita Unu Kleden Ayahku adalah seorang guru. Tekun lagi. Sejak lahir ayah sudah bercita-cita menjadi seorang guru. Sudah besar, maka jadilah demikian. Ia sangat mencintai pekerjaannya itu. Pada setiap ranum senja ketika segelas kopi mengakrabkan yang dekat, ayah tak kalah mengumbar cerita: “Nak, ayah hidup jadi guru, dan guru bukan untuk hidup ayah”. Bayangkan betapa kuat baja semboyan ini, sekuat legam hitam kulitnya dan batuk terlampau lantaran bertamu ke tenggorokan debu kapur papan tulis. Dengan sangat bangga kuangkat segelas kopiku “pros”, aku berteriak. “Ayahku adalah guru, ayah juara satu seluruh dunia”. Lalu kami berdua pun tertawa tanpa kami tak tahu mengapa kami tertawa.   Ayahku adalah seorang guru. Ia mengasuh pelajaran matematika, ilmu belah diri untuk membunuh bilangan dan angka-angka. Sekedar intermeso, ayah pernah keceplosan begini: “Guru yang paling gampang dikenal...

"AKU INI BINATANG JALANG" (Sebuah Refleksi Tentang Membaca)

Gambar
“Aku Ini Binatang Jalang” (Sebuah refleksi tentang Membaca) Oleh Nonna Tobin ( Fabiana Lusia Pai Tobin )*  ( Sumber Foto: Facebook Fabiana Nona Tobin, 26 September 2018) Pepatah mengatakan bahwa “tak kenal maka tak sayang”. Mungkin pepatah itu lebih cocok untuk seseorang yang baru dikenal. Tapi, di sini saya mengambil pepatah ini sebagai pembuka tulisan ini. Pepatah itu mewakili diri saya sebelum membaca sebuah buku yang berisi karya-karya sang penyair legendaris Chairil Anwar. Tidak hanya berisi karya-karyanya, buku yang berjudul “Aku Ini Binatang Jalang” ini juga memuat beberapa surat yang ditulis Chairil Anwar kepada seorang sahabatnya H.B. Jassin, serta memuat bibliografi dan biografi   Chairil Anwar sendiri. Awalnya, saya beranggapan bahwa membaca buku hanyalah membuang-buang waktu saya. Namun setelah saya mencoba untuk melawan pemikiran itu, saya mulai mencoba untuk membuka halaman demi halaman buku bersampul merah itu. Ternyata saya mulai kecanduan u...

"ABU dan BUAH JAMBU"

Gambar
ABU DAN BUAH JAMBU Oleh Berrye Tukan* Tiga bocah laki-laki itu sedang asyik bermain di lapangan dekat gereja, tepat di samping rumah pastoran. Fendi, bocah paling tinggi dan kurus dengan kulit hitam gelap; Endo, anak laki-laki berambut keriwil yang cadel; dan Noel, bocah berkulit terang yang suka memainkan rambut ikalnya. Di sana ada buah jambu yang selalu ranum berbuah tanpa musim. Buahnya besar-besar dan manis. Fendi dengan cekatan memanjat pohon dan memetik buah jambu dan melemparkan kepada teman-temannya yang menunggu di bawah. Tugas Endo adalah mengumpulkan buah-buah yang dijatuhkan Fendi di atas sebuah batu ceper, sementara Noel bertugas mengisi buah-buah itu dalam bajunya. “ Woe , turun! Berani sekali kalian curi buah itu! Dasar anak nakal! Turun atau saya kejar kamu dengan parang!” teriak seseorang dari dalam rumah pastoran. Ketiga anak itu segera berhenti dari aktifitasnya masing-masing. Fendi perlahan menapaki satu demi satu dahan untuk turun, Endo berhenti memili...

'TOKO JEMPOL'

Gambar
‘TOKO JEMPOL’ Oleh Berrye Tukan Toko kecil ini berada di pinggir jalan, di antara sebuah kedai kopi dan warung makan. Temboknya berwarna biru tua dikombinasikan dengan garis-garis putih di tiang-tiang utamanya. Kaca pintunya selalu bersih dan kinclong, terkadang terlihat transparan hingga wajah penjaga tokonya bisa dilihat jelas dari depan jalan. Di depan pintu masuk, dua pot besar berdiri mengapit pintunya. Dua tanaman sejenis ilalang besar tumbuh di masing-masing potnya. Sebuah papan nama besar berupa neon box tergantung di atas pintu masuk, bertuliskan ‘Toko Jempol’, dengan gambar jempol besar di sampingnya. Toko Jempol, demikian namanya. Aneh memang. Di dalam toko, berjejer rak-rak panjang dan tinggi berisi ratusan bahkan ribuan potongan ibu jari atau yang sering disebut jempol. Tak hanya jempol manusia, ada juga jempol binatang yang kebanyakan berisi jempol monyet dari beraneka spesies, dari orang utan, simpanse hingga gorila. Jempol-jempol ini disusun berdasarkan usia,...

KISAH PAGI KOTAKU

Gambar
KISAH PAGI KOTA-KU Oleh Karolus Banda Larantukan * Dini hari yang indah. Di minggu dini hari itu aku berjalan-jalan melintasi kotaku. Bersama sepeda motor tuaku aku berusaha menikmati setiap peristiwa pagi itu. Kisah pagi kotaku yang terlewatkan oleh para wartawan. Melihat manusia-manusia kotaku mengaduh nasib mengais rejeki di pagi itu. Kerasnya kotaku pun membuat sebagian manusiaku terhempas dari dirinya sendiri. Aku terus berjalan menghitung waktu tertuju sendirian ditemani lagu-lagu musisi ternama Indonesia, Iwan Fals. *** Ketika melintasi pasar inpers kotaku aku tersentak kaget. Mengantuk perempuan setengah baya di bak terbuka mobil sayuran. Jam tiga pagi itu. Tangannya terangkat saat sorot lampu sepeda motorku menyilaukan matanya. Tak ada seorang pun bersamanya. Ia sendirian. Bersama sayuran yang mungkin di jualnya pagi itu. Menunggu pembeli datang menawarkan sayuran yang dibawanya dari desa.  “Paman mau beli sayuranku? Ini baru tiba dari kampung. Masih seg...