Postingan

BOCAH

Gambar
BOCAH Oleh Dicky Kromen* “Dasar bocah ingusan” kata yang sering dikeluarkan temannya kepada pemuda manja berusia 17 tahun ini. Namanya Yosko. Yosko adalah anak semata wayang dalam sebuah keluarga. Remaja yang manja. Suka menangis sampai menggulingkan tubuhnya di tanah. Kelakuan seperti bocah. Itulah yosko yang sebenarnya. Sekarang dia bersekolah di Jakarta. Yosko adalah anak seorang pengusaha sukses dari kota Larantuka. Dia seorang yang kaya raya dan suka berfoyah -foyah menghabiskan uang. *** Suatu ketika Yosko mengikuti les matematika. Dia diberikan soal-soal tugas oleh guru, tetapi dia tidak tahu mengerjakannya karena dia adalah anak yang bodoh, hingga akhirnya dia membayar salah seorang teman kelasnya untuk mengerjakan soal tersebut. Kesalahan dia pun diketahui oleh guru kelasnya. Dia dan temannya pun pergi menghadap di ruang kepala sekolah. Berita ini pun tersebar ke seluruh warga sekolah. Sehingga setiap hari yosko selalu di bully oleh teman-temannya. Dia pun tidak lagi...

KISAH CINTA PATIGOLO - OA DONA WATOWELE

Gambar
"Kisah Cinta Patigolo - Oa Dona Watowele" ( Kisah Cinta Sang Pengembara dan Gadis Murni ) Oleh: Karolus Banda Larantukan* Mentari tenang terbit di ufuk timur. Suara deru ombak di pesisir pasir putih menemani sang mentari yang kian membumbung. Ramai kicau suara burung saling bersahutan. Angin menerpa daun kelapa di pesisir pantai. Pagi itu Watowele pergi berburu untuk makan hari itu. Watowele adalah gadis desa yang cantik dan belum terjamah oleh pengaruh luar dan modern manapun. Ia hanya sendirian menetap di sebuah perkampungan tua. Menurut cerita orang-orang yang mengenalnya, bahwa ia terlahir dari rahim bumi, di susui air hujan dan dibesarkan oleh alam. Ia sendirian di hutan. Dan tak seorang pun yang berusaha mendekatinya. Tidak saja karena kesendiriannya yang menyimpan misteri, tetapi juga karena jaraknya yang jauh dari perkampungan. Setiap harinya Watowele hanya bergaul dengan alam. Makanan serta kebutuhan hidup setiap harinya bergantung pada alam. Di bawa...

KONTAINER

Gambar
"KONTAINER" Oleh Berrye Tukan* Selepas pulang sekolah, Amir dan kawan-kawan bermain sebentar di pelabuhan kapal sebelum kembali ke rumah. Pelabuhan kapal itu tepat berada di antara rumah Amir dan sekolah dasar tempatnya bersekolah. Hari ini, mereka melihat dua buah kontainer yang berada di pelabuhan. Sejak adanya tol laut, baru kali ini ada kontanier itu di pelabuhan kecil di kota mereka. Mereka nampak penasaran. “Kotak besi ini besar sekali, apa ya isinya?” tanya Udin. “Mungkin isinya beras,” jawab Edho. “Bisa jadi isinya semen,” jawab Achong. “Ah, palingan isinya kue. Sebentar lagi kan Natal,” cetus Rigo. “Kue kok diisi dalam besi ini? Basi dong nanti!”  “Ini pasti isinya barang berharga, karna dibuat dari besi,” lanjut Amir. Mereka lalu memukul-mukul kontainer itu hingga berbunyi nyaring. “Hei anak-anak, jangan dipukul! Nanti penyok!” teriak Pak Dede yang entah bagaimana sudah muncul dari balik salah satu sudut kontainer. Pak Dede bekerja sebagai petugas...

AKU DAN BUKU HARIANKU

Gambar
Aku dan Buku Harianku Oleh Helmy Tukan Ingin kubuka lagi buku harianku. Di sana banyak kutemukan cerita-cerita usang - lama di tahun 2018. Ada cerita suka dan duka. Ada tangis ada canda tawa. Tahun 2018 punya banyak cerita. Kulalui dengan penuh syukur. Setiap detakan jam dinding yang selalu menemani setiap langkah kaki. Berpaut dengan segala aktivitas yang kujalani sebagai seorang guru dan tentunya seorang pendidik. Hari-hari berlalu bersama waktu dan peristiwa. Pagi mengawali hari yang penuh tanya mengakiri malam dan tidur di malam hari. Tahun 2018 ohhh..., tinggal beberapa jam lagi akan berlalu dan lembaran diaryku tiba pada bulan di awal-awal tahun. Kisah Tahun 2018 Yah..., ketika itu di awal bulan februari, aku mendengar nama suatu organisasi profesi guru yaitu IGI (Ikatan Guru Indonesia). Aku mendapat informasi dari seorang guru senior di kampungku Waibalun, Pak Elfritz Teluma seorang guru senior di SMEA Lamaholot, sebuah sekolah kejuruan di Kota Larantuka. Pak Elfritz...

KUE TAHUN BARU

Gambar
"KUE TAHUN BARU" Oleh Berrye Tukan “Gagal lagi, gagal lagi!” gerutu Irna dari dapur. “Apanya yang gagal, sayang? Tidak ngembang lagi?” tanyaku. “ Ngembang sih , cuman kurang rata,” jawabnya kecewa, setengah menghela nafas. “Ya sudah. Kita nikmati sajalah yang ada,” jawabku. “Hmm, … “ gumamnya tanpa arti. Irna, istriku. Sudah sejak pagi tadi mencoba membuat kue yang enak untuk dinikmati di malam tahun baru ini, dari kue kering, blackforest hingga kue tar gulung. Pagi-pagi buta, dia sudah belanja terigu, telur satu pan, vanili, SP hingga mentega di kios di depan gang. Resep dari internet pun sudah didownload , bahkan dari videonya pun juga sudah disave dari youtube . Adonan demi adonan sudah dibuatnya namun tak ada yang berhasil berubah menjadi kue yang lezat. Semuanya gagal maning! Sialnya, sebentar lagi malam tahun baru, dan kue tahun baru belum satupun yang berhasil. Irna mulai mengumpat sendiri di dapur. Sepertinya dia sudah menyerah kalah di depa...

"MALAM INI RASANYA DINGIN SEKALI"

Gambar
‘Malam ini Rasanya Dingin Sekali.’ Oleh Berrye Tukan Saban tahun, diadakan pementasan drama Natal di gereja paroki kami, dan setiap sekolah mendapat giliran mementaskannya. Tahun itu, sekolah kami bertanggung jawab untuk pementasan dimaksud. Tanpa audisi dan casting , ibu guru sekaligus sutradara pementasan ini memilih sendiri para pemerannya. Teman saya Anita Kleden yang masih imut, cantik dan manis waktu itu menjadi pemeran utamanya; menjadi Bunda Maria. Dan, saya dipilih menjadi salah satu gembalanya. Ah, kenapa saya tidak jadi Santu Yosep-nya saja? Mungkin saya kurang tinggi dan berotot untuk jadi gembalanya. Tak apalah, lebih baik jadi gembalanya daripada jadi dombanya. Dialog kami cukup singkat. Namun, latihannya keras dan ketat, untuk ukuran anak sekolah dasar waktu itu. Guru kami memang sangat perfeksionis. Intonasi, pelafalan dan ekspresi harus benar dan tepat. Salah sedikit saja, harus diulang, diulang dan diulang lagi. Dialog saya singkat saja. ‘Malam ini rasanya di...

SELAMAT HARI IBU!!!

Gambar
Selamat Hari Ibu! Oleh Berrye Tukan Lola menatap girang kue Hari Ibu untuk ibunya yang dipesan dari Nita, teman kantornya. Bentuknya sempurna dengan warna cerah serta toping coklat yang lucu. Sebentar lagi kantor tempatnya bekerja akan tutup, namun Lola sempat mengambil ponselnya, dan ceklik, ceklik. Beberapa gambar kue diambil dengan kamera ponselnya dari berbagai sudut; atas, samping kiri-kanan bahkan dari sudut yang cukup miring. Dengan segera foto-foto itu diupload ke facebook, dengan sebuah caption yang menurutnya cukup manis, ‘selamat Hari Ibu wanita terhebatku.’ Dalam hitungan detik, notifikasi di facebooknya sudah bermunculan satu persatu; satu, dua, lima, sepuluh, dan seterusnya. Lola tersenyum, sembari jemarinya meng-klik notifikasi tersebut. Like demi like bermunculan seperti anak kecil yang mengelilingi tukang somay. Lola melangkah pulang ke rumah bersama sebungkus kue ulang tahun untuk ibu. Di dalam taksi, Lola tak henti-hentinya mengecek siapa saja yang menyukai ...